March 15, 2010

Senjata kita...


"He said: I only complain of my grief and sorrow to Allah, and I know from Allah that which you know not" Surah Yusof (12:86).

Itulah hakikat kita sebagai seorang insan. Sedar atau tidak, kita selalunya berdoa hanya kepada Allah, mengadu dengan deraian air mata, menangis dengan sepenuh jiwa...biasanya bila di timpa musibah dan kesusahan.

pernah tak kdg2 tu bila selalu berdoa, mohon sesuatu, dan doa tidak dimakbulkan, terkadang menyalah kan Allah...terkadang menuduh Allah tidak menyayangi diri kita. terkadang rasa menyesal melakukan byk kebaikan, tapi Allah masih tidak memakbulkan doa...Nauzubillahiminzalik...sesungguhnya kita merancang, dan Allah jua merancang utk kita...dan perancangan Allah itu lebih baik utk kita. kalau kita memohon sesuatu dr Allah dan doa kita tidak dimakbulkan...maknanya Allah Maha Mengetahui benda yg kita mohon itu bknlah yg terbaik utk kita. Benda ni selalu terkena kat batang hidung sendiri...moga jd pengajaran. Ambillah setiap perkara yg berlaku sebagai ada hikmah disebaliknya...n live your life positively.

Ramai yang terlupa, berdoa itu adalah senjata seorang Mukmin. Berdoa itu adalah satu ibadah yang sangat mulia sebagai tanda pengikat hubungan kita dengan Maha Pencipta. Maka sepatutnya urusan berdoa itu bukanlah sahaja perlu dilakukan pd waktu tertentu shj. Samada doa kita di perkenan kan atau tidak, kita sepatutnya tidak patut berhenti berdoa.

Saja nak share with my readers about a few things pasal berdoa. Banyak kitab2 hadis ada menyebut antara doa mustajab ialah berdoa khusus kepada saudara dan rakan-rakan, tanpa pengetahuannya. Dalam riwayat Muslim bilangan 2732 daripada Abu al-Darda' r.a. katanya: Sabda Nabi s.a.w: Seseorang Muslim yang berdoa kepada saudara seagama dengannya, tanpa pengetahuannya, akan dicatat pahala yang sangat istimewa baginya.
Jadi kalau kita sayang pd kawan2 kita, pd keluarga kita jgnlah lupa untuk mendoakan mereka hari2. Sebutlah nama mereka dalam doa kita...insyaAllah kebaikan tu ada utk kita dan utk mereka semestinya.

Terbaca artikel daripada majalah Anis...tentang cara dan adab menadah tangan ketika berdoa. Dulu kecil2 org pernah bgtau saya, pd tapak tangan kita ada tertulis nombor 99...(8+1) on each palm. which is referring to 99 nama2 Allah...jadi bila kita berdoa, moleklah dgn cara yg betul...

1) angkat tangan ke paras dada

2) rapatkan kedua-dua belah tapak tangan

3) “apabila urat tangan bertemu ia akan menjadi seperti huruf ba пе
Titik ba terletak di hati kita. Kedudukannya rendah dari tangan yg kita tadah. Setiap huruh hijaiah didalam al quran ada malaikat yang menjaganya.
Huruf ba dijaga oleh malaikat bernama ‘har hayaail’. Malaikat ini akan mengangkat doa kita terus menghadap allah tanpa sebarang perantara. Oleh itu berdoa bersungguh-sungguh dengan penuh pengharapan.

4) duduklah dalam keadaan sopan seperti duduk iftirasy dan duduk tahiyat akhir. Jika berdiri tegakkan badan betul-betul dan jangan menyandar / bersandar.

5) sepanjang berdoa, banyakkan memuji kebesaran allah dan menyebut nama-nama Allah yang lain yang bersesuaian dengan keperluan doa kita pada masa itu.

6) berdoalah bersungguh-sungguh dari hati. Gunalah bahasa yg dapat difahami kerana Allah Maha Pengasih dan sangat memahami dan mendengar segala bicara tulus hamba-hambanya. tak perlu memaksa diri untuk berbahasa Arab di dalam doa...kerana doa itu globalistik dan universal...Allah memahami setiap bahasa yg di bicarakan. Maka berdoalah dlm bahasa sendiri yg mudah utk sampai ke hati dan difahami.

Berdoalah setiap masa...jgn lah berdoa hanya ketika berasa susah. sebagai seorang Muslim, setiap usaha mesti di sertakan dgn doa dan tawakkal...Satu lagi, kalau kita masih memiliki emak dan abah...minta lah mereka juga mendoakan utk kita...insyaAllah doa ibu dan ayah kita selalu dirahmati dan diberkati Allah.

March 8, 2010

Datang dan Pergi...

RUANG PERTAMA Dulu rasa macam ramai saja orang kat sini... tapi sekarang sedar tak sedar sorang demi seorang pergi meninggalkan tempat bermukim ini demi rezeki yang tertulis di Malaysia... Jadi tinggallah... anak mak sorang di sini dengan beberapa abang dan kakak dan kawan yang masih setia bersama dan siapa tahu...mereka juga nanti akan tinggalkan anak mak ini haihhhhhhhh mengeluhpon tak dapat menukar keputusan mereka huhuhuhuhu menangispon tak mampu pacakkan mereka kekal disini mak doakanlah anak mak ni cepat-cepat habiskan belajar nanti anak mak ni pon akan pulang juga... tak sabar nya...

------------------------------------------------------------

RUANG KE-DUA
mak...tadi root cannal along buat dah berjaya. alhamdulillah. sakit tu taklah sangat, cuma kebas jer lah. alhamdulillah...

mak...tadi dapur rumah kena renovate, jadi malam nie, anak mak makan makanan yg sejuk jer lah yerk.

mak...minggu depan anak mak insyaAllah nak pergi bercuti...jalan2 dengan abang2 dan kakak2 kat sini. tak sabarnyer. bestnya kalau mak dgn abah dan adik2 pon dapat join.

mak...sekarang ni, anak mak ni asyiklah mendengar lagu dangdut. huhuhu...tak taulah dari sapa turunnya saka dangdut nie. mmg tgh gila2 lahhhh suka. nanti oghang balik, oghang nyanyikan mak lagu dangdut ok. :). oghang nak nyanyi lagu nie... "


Saksikanlah...
Saksikan olehmu wahai sang hujan
Aku yang telah jatuh
Dilanda... asmara...
Kenangan malam minggu waktu jalan-jalan
Berdua jalan kaki saat turun hujan
Basah baju kita basah hati kita
Mesranya berpayung daun pisang
Kusungguh merasakan mesra malam itu
Walau basah bajuku rela aku rela
Betapa mulia hatimu oh dinda
Demi kekasihmu rela berkorban
Siapa tahu nanti tuhan meberkati
Daun pisang menjadi payung sutera
Kenangan malam minggu waktu jalan-jalan
Lai lai lai lai lai lai lai lai lai lai lai lai...
Putihnya si air susu seputih cintaku
Dan akan ku tuang ke dalam gelas asmara
Lai lai lai lai lai lai lai lai lai lai lai lai...
Tulusnya cinta ku ini bukan emas sepuhan
Tak akan ku lari dari abang seorang
Berjanji... berjanji... berjanji kita Saling setia
Kenangan malam minggu waktu jalan-jalan
Berdua jalan kaki saat turun hujan Lai lai lai lai lai lai lai lai lai lai lai lai...
Putihnya si air susu seputih cintaku
Dan akan ku tuang ke dalam gelas asmara
Lai lai lai lai lai lai lai lai lai lai lai lai...
Tulusnya cinta ku ini bukan emas sepuhan
Tak akan ku lari dari abang seorang
Berjanji... berjanji... berjanji kita
Saling setia Kenangan malam minggu waktu jalan-jalan
Berdua jalan kaki saat turun hujan
Memori daun pisang takkan terlupakan
Memori daun pisang menjadi kenangan
"
along bawa part Iwan, mak bawa yang Amelina punya part ok...:).